Senin, 29 Juni 2026
Proyek Pengaman Tebing Sungai Mesat Senilai Rp6,9 Miliar Molor, LSM Projamin Desak Pemerintah Bertindak Tegas
Rabu, 17 Juni 2026
Dugaan Praktik ‘Ngepok’ Solar di SPBU Tugumulyo Resahkan Warga, Aparat Diminta Turun Tangan
innalillahi wa inna ilaihi ra'jiun "Telah Pulang ke Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu MinarniLubuklinggau 17 Juni 2026–
Selasa, 16 Juni 2026
Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SMA Negeri 2 Sanga Desa Dipertanyakan
Sabtu, 06 Juni 2026
Pemilihan Ketua RT 01 Perumnas Rahmah Berlangsung Sukses, Samsul Komar Terpilih dengan Perolehan Suara Terbanyak
Kamis, 04 Juni 2026
Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SMA Negeri 1 Tungkal Jaya Dipertanyakan
TARGET INVESTIGASI _ Musi Banyuasin – Dugaan ketidakberesan terkait pengelolaan dana fasilitas sekolah mencuat di Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, anggaran untuk alokasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) dikabarkan bernilai cukup besar, namun kondisi fisik bangunan di SMA Negeri 1 Tungkal Jaya justru berbanding terbalik dan tampak telantar tanpa realisasi pengecatan dinding. Berdasarkan keluhan yang berkembang, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemeliharaan infrastruktur tidak tampak pada kondisi fisik sekolah. Dinding-dinding ruangan kelas maupun gedung luar, plafonon dan toilet SMA Negeri 1 Tungkal Jaya terlihat sangat kusam, memudar, dan tidak tersentuh program pengecatan ulang sama sekali dalam waktu yang lama, Jum'at (05/06/2026). minimnya perawatan visual ini terjadi di tengah besarnya porsi anggaran yang dilaporkan mengalir untuk kebutuhan sarpras lembaga pendidikan bentukan pemerintah daerah tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2024 pihak SMAN 1 Tungkal Jaya menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana melalui dana BOS Tahap I sebesar Rp 41.814.000 dan Tahap II sebesar Rp 110.494.800.
Sementara pada tahun 2025, sekolah tersebut kembali menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp 105.420.000 dan pada tahap berikutnya sebesar Rp 102.268.500.
Jika ditotal, anggaran perawatan sarana dan prasarana sekolah selama tahun 2024 hingga 2025 mencapai Rp 359.997.300.
Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah dinilai masih memprihatinkan. Cat dinding sekolah tampak kusam dan mengelupas di beberapa bagian, bahkan sejumlah plafon ruang belajar juga terlihat rusak.
Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dialokasikan dengan realisasi perawatan di lapangan.
Tidak adanya realisasi perawatan berkala ini memunculkan desakan kuat dan pertanyaan dari para wali murid mengenai ke mana aliran serta transparansi penggunaan dana operasional sekolah yang dikelola oleh manajemen sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan.
Kondisi gedung yang kumuh ditambah lagi dengan rumput halaman yang liar kian mempertegas dugaan lemahnya pengawasan atas realisasi dana pemeliharaan.
Warga setempat menuntut agar pihak aparat pengawas fungsional maupun dinas terkait segera turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terkait realisasi anggaran sarpras di SMA Negeri 1 Tungkal Jaya agar hak siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak tidak dikorbankan. (Red)
Rabu, 03 Juni 2026
Diduga Dana Perawatan Tahun 2025 SMPN 3 Bayung Lencir Tidak Terealisasikan, Kondisi Fasilitas Sekolah Dipertanyakan
Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SDN Sumber Sari Tungkal Jaya Dipertanyakan
Sabtu, 09 Mei 2026
Gorong-Gorong Tanah Mas Indah Kerap Memakan Korban
Kondisi gorong-gorong yang amblas dan berlubang tersebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan. Laporan warga menyebutkan bahwa korban didominasi oleh kaum ibu yang terjatuh saat melintas. Kejadian terakhir menunjukkan seorang ibu terperosok ke dalam lubang gorong-gorong hingga tertimpa sepeda motornya sendiri akibat jalan yang tidak lagi rata dan rapuh.
“Kami sangat khawatir setiap kali lewat sini. Sudah sering ada ibu-ibu yang jatuh, bahkan ada yang sampai tertimpa motor karena lubangnya cukup dalam dan mendadak. Kalau dibiarkan, kami takut akan ada korban yang lebih fatal,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Warga menyayangkan lambatnya respon pemerintah daerah maupun instansi terkait dalam menangani kerusakan ini. Padahal, akses jalan tersebut merupakan jalur aktif yang setiap hari digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas.
Masyarakat RT 11 RW 01 Kelurahan Tanah Mas Indah mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk segera turun ke lapangan dan melakukan perbaikan permanen. Warga berharap tidak perlu menunggu adanya korban jiwa lebih lanjut sebelum tindakan nyata diambil. IR
Rabu, 22 April 2026
*Warga Tanah Mas Indah Resah, Kondisi Gorong-Gorong Rusak di RT 11 Kerap Memakan Korban*
Rabu, 15 April 2026
Palembang pelopor _Revolusi Hijau Ratu Dewa
TARGET INVESTIGASI.COM_Siang itu, di bawah terik matahari yang menyengat di kawasan pinggiran Sungai Musi, Ratu Dewa tak berada di balik meja kerja AC-nya yang dingin. Mengenakan kemeja lapangan, Wali Kota Palembang itu berjongkok, memungut botol plastik yang menyangkut di selokan, lalu menatap tajam tumpukan sampah yang menggunung di pojok jalan.
Selasa, 14 April 2026
Pemkab Musi Rawas Raih Penghargaan Nasional, Diguyur Rp30 Miliar dari Kementerian PUPR
57 ASN Pemkab Musi Rawas Pensiun, Bupati Ratna Machmud Berikan Penghargaan
TARGET INVESTIGASI, Musi Rawas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas menggelar apel pagi bersama yang diikuti seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Musi Rawas, pada hari ini. Senin (6/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Musi Rawas, Ratna Machmud, serta dihadiri Wakil Bupati Suprayitno, Sekretaris Daerah Ali Sadikin, para Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Musi Rawas.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 57 ASN Pemkab Musi Rawas resmi memasuki masa purna tugas (pensiun). Rinciannya, 15 ASN pensiun pada Februari 2026, 22 ASN pada Maret 2026, dan 20 ASN pada April 2026.
Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi selama bertugas, Bupati Musi Rawas menyerahkan piagam penghargaan secara langsung kepada para ASN yang memasuki masa purna tugas.
Dalam sambutannya, Bupati Ratna Machmud menyampaikan rasa syukur atas kedisiplinan dan kehadiran para ASN dalam mengikuti apel pagi bersama tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para ASN yang telah memasuki masa purna tugas atas loyalitas dan kontribusi mereka selama mengabdi di lingkungan Pemkab Musi Rawas.
“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini. Semoga menjadi amal ibadah dan tetap memberikan inspirasi bagi ASN yang masih aktif,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati berharap kepada seluruh ASN yang masih aktif agar terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, khususnya di Kabupaten Musi Rawas.
Apel pagi bersama ini juga menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, soliditas, serta semangat kerja ASN dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan. ADV (RED)
Selasa, 07 April 2026
Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud Hadiri Pembukaan Latsar CPNS Angkatan VI–X Tahun 2026 di Palembang

TARGET Investigasi, MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud menghadiri pembukaan klasikal Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan VI, VII, VIII, IX dan X Tahun 2026 yang digelar di Aula Putri Kembang Dadar BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Senin (30/03/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi dasar bagi para CPNS sebelum resmi diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional dan berintegritas. Pelatihan dasar ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Musi Rawas.
Dalam kesempatan tersebut, kehadiran Hj. Ratna Machmud menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, khususnya bagi para CPNS yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya pelatihan dasar sebagai pondasi awal dalam membentuk ASN yang memiliki integritas, loyalitas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa menjadi seorang ASN bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Pelatihan dasar ini merupakan tahap awal yang sangat penting dalam membentuk karakter ASN yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak para CPNS untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap perilaku. Menurutnya, tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan aparatur yang adaptif, inovatif, serta mampu bekerja secara efektif dan efisien.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya nilai-nilai dasar ASN, seperti akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi, agar benar-benar diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kegiatan pembukaan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dari lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, widyaiswara, serta para peserta Latsar CPNS. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan.
Pelatihan dasar CPNS ini diharapkan mampu mencetak aparatur yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga berkarakter kuat dan berintegritas tinggi, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Musi Rawas. ADV (RED)
Jumat, 13 Maret 2026
Flyover Batubara Babat Supat Mulai Dibangun, Gubernur Deru dan Bupati Toha Apresiasi Komitmen Perusahaan
Babat Supat, Muba,"TARGET INVESTIGASI.com - Pembangunan flyover dan jalan khusus angkutan batubara di Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat resmi dimulai. Proyek milik PT Baturona Adimulya tersebut di groundbreaking langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru bersama Bupati Muba H Toha Tohet SH, di Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat, Rabu (11/03/2026).
Peresmian proyek strategis ini menjadi langkah penting dalam mendukung kelancaran mobilitas transportasi, khususnya aktivitas angkutan batubara yang selama ini bersinggungan dengan jalan umum.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Bidang Pemerintahan dan kesra Sumsel Doktor H Apriyadi, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Pembangunan H. Iskandar Syahrianto, Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo, Direktur Utama Lucoal (Yukol) Sumber Daya F. Hari Kristiono, Direktur Lucoal (Yukol) Sumber Daya Prastio Diatmono, Kepala Pelaksana Balai Jalan Panji Krisna Wardana, para kepala OPD Provinsi Sumsel dan Kabupaten Muba, Camat Babat Supat, serta unsur Forkopimcam.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa sejak lama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mengingatkan perusahaan-perusahaan pertambangan untuk tidak lagi menggunakan jalan negara sebagai jalur angkutan batubara, sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan di sektor pertambangan.
Ia mengapresiasi perusahaan yang memiliki komitmen dan itikad baik untuk membangun jalan khusus angkutan batubara sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi sekaligus kontribusi terhadap kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah tetap membuka ruang bagi investasi karena sektor pertambangan memberikan manfaat bagi daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja serta kontribusi terhadap penerimaan negara melalui pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Kita tidak menutup mata bahwa investasi ini membawa manfaat bagi daerah, terutama dalam membuka lapangan kerja. Namun yang kita harapkan adalah ketaatan perusahaan terhadap kewajiban pajak maupun PNBP. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus kita pupuk,” ujar Herman Deru.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan jalan negara oleh angkutan batubara tidak dapat terus berlangsung, sehingga pembangunan jalan khusus menjadi solusi yang harus diwujudkan secara bertahap oleh perusahaan tambang.
Herman Deru mencontohkan, upaya pembangunan jalan khusus batubara sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2011 oleh beberapa pihak, meskipun pada saat itu belum berjalan optimal. Namun setelah terbitnya regulasi pada tahun 2018 yang mewajibkan angkutan batubara melalui jalan khusus, pembangunan infrastruktur pendukung mulai berkembang pesat.
Oleh karena itu, ia berharap langkah yang dilakukan perusahaan dalam membangun flyover dan jalan khusus ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya.
“Saya mengapresiasi langkah ini dan berharap perusahaan lain juga mengikuti. Pemerintah tentu akan terus mendorong upaya-upaya yang mendukung ketertiban transportasi batubara,” tegasnya.
Selain itu, Herman Deru juga mengingatkan perusahaan agar tetap menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap aktivitas pertambangan, sehingga kawasan yang terdampak dapat kembali pulih dan tetap terjaga keasriannya.
Sementara, Bupati Muba Toha Tohet menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Muba dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak pada kelancaran transportasi, peningkatan investasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, pembangunan overpass atau flyover tersebut merupakan langkah strategis untuk mengurai potensi konflik antara angkutan batubara dan pengguna jalan umum.
“Pembangunan overpass ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintas di kawasan ini,” ujar Toha.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Muba terbuka terhadap investasi yang membawa kemajuan daerah, selama tetap memperhatikan aspek keselamatan, kelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Kami berharap proses pembangunan flyover ini dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, serta tetap mengedepankan standar keselamatan kerja dan kualitas konstruksi yang baik,” tambahnya.
Bupati Toha juga optimistis keberadaan infrastruktur ini akan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan dunia usaha di Muba.
“Saya mengingatkan perusahaan agar tetap menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap aktivitas pertambangan, sehingga kawasan yang terdampak dapat kembali pulih dan tetap terjaga dengan baik. Semoga pembangunan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, memberikan nilai tambah bagi perusahaan, serta menjadi bagian dari kemajuan Kabupaten Muba,” pungkasnya.(*)





