Senin, 29 Juni 2026

Proyek Pengaman Tebing Sungai Mesat Senilai Rp6,9 Miliar Molor, LSM Projamin Desak Pemerintah Bertindak Tegas


TARGET INVESTIGASI - Lubuklinggau, 29 Juni 2026 – Proyek pembangunan pengaman tebing Sungai Mesat di Kecamatan Lubuklinggau Timur II kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp6.949.165.000 dan dikerjakan oleh CV Putri Aceh tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan hingga melewati masa kontrak dan dilanjutkan ke tahun anggaran berikutnya.
Kondisi tersebut memicu perhatian masyarakat serta mendapat tanggapan dari DPD LSM Projamin (Profesional Jaringan Mitra Negara). Organisasi tersebut menilai keterlambatan proyek perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan penggunaan anggaran negara dan keselamatan masyarakat di sekitar bantaran Sungai Mesat.
Ketua DPD LSM Projamin menyampaikan bahwa proyek bernilai hampir Rp7 miliar seharusnya dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
"Kami melihat progres pekerjaan di lapangan berjalan lambat. Ini merupakan proyek yang menggunakan uang rakyat dengan nilai miliaran rupiah. Keterlambatan hingga menyeberang tahun anggaran harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah," ujarnya.
LSM Projamin juga meminta Pemerintah Kota Lubuklinggau, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, LSM Projamin mendesak agar apabila ditemukan adanya pelanggaran kontrak atau ketidakmampuan penyedia jasa dalam memenuhi kewajibannya, pemerintah memberikan sanksi sesuai mekanisme hukum yang berlaku, termasuk mempertimbangkan pemutusan kontrak maupun pencantuman dalam Daftar Hitam (Blacklist) apabila memenuhi persyaratan berdasarkan hasil evaluasi resmi.
Berdasarkan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, keterlambatan penyelesaian pekerjaan dapat dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu per mil) per hari dari nilai kontrak, sesuai ketentuan yang berlaku dalam kontrak dan regulasi pengadaan pemerintah.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau segera memberikan kepastian terkait penyelesaian proyek tersebut. Pasalnya, keterlambatan pembangunan pengaman tebing dinilai berpotensi meningkatkan risiko longsor dan banjir bagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Mesat.( Ibt )
jali roy Din Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Rabu, 17 Juni 2026

Dugaan Praktik ‘Ngepok’ Solar di SPBU Tugumulyo Resahkan Warga, Aparat Diminta Turun Tangan



TARGET INVESTIGASI - MUSI RAWAS – Dugaan praktik penimbunan dan permainan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, memicu keresahan warga. Selain pembatasan sepihak pada siang hari, solar diduga dijual dengan harga lebih tinggi pada malam hari hingga sempat memicu keributan di lokasi.

Menurut informasi dari warga dan pengendara setempat, pembelian solar pada siang hari dibatasi ketat hanya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000 per kendaraan. 

Namun, pembatasan ini diduga sengaja dilakukan untuk menyisakan kuota demi praktik "ngepok" atau penimbunan pada malam hari.Saat malam tiba, oknum di SPBU diduga menaikkan harga solar secara ilegal menjadi Rp11.000 per liter dari harga normal Rp10.000 per liter. 

Sistem penjualannya pun dilakukan secara tertutup dengan cara membuka-tutup rantai penghalang pintu masuk untuk memilah pembeli yang bersedia membayar lebih mahal.Puncak kekesalan masyarakat terjadi sekitar tiga hari lalu. 

Sempat terjadi keributan antara sejumlah pengendara dengan salah satu oknum petugas SPBU bernama Nova akibat aturan sepihak yang dinilai merugikan konsumen tersebut.

Menanggapi situasi ini, masyarakat mendesak Dinas Perdagangan, Pertamina, dan aparat penegak hukum segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menindak tegas oknum yang terlibat. 

Hingga saat ini, pihak manajemen SPBU Tugumulyo belum memberikan keterangan resmi terkait insiden dan dugaan pelanggaran tersebut. 
(Red)
jali roy Din Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

innalillahi wa inna ilaihi ra'jiun "Telah Pulang ke Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu MinarniLubuklinggau 17 Juni 2026–


Telah Pulang keTelah Pulang ke Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni
Lubuklinggau 17 Juni 2026– Kabar duka menyelimuti keluarga besar Panti Asuhan Al-Amin serta masyarakat Kelurahan Marga Rahayu. Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni, telah berpulang ke rahmatullah pada pukul 14.00 WIB di Rumah Sakit Husen, Palembang, setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Jenazah almarhumah tiba di rumah duka pada pukul 01.35 WIB dini hari dengan menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Husen Palembang. Rumah duka beralamat di Jl. Marga Rahayu RT 003 No. 26, Kota Lubuklinggau.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan besok siang di TPU Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau.
Semasa hidupnya, Ibu Minarni dikenal sebagai sosok perempuan yang baik hati, ramah, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Beliau tidak hanya menjadi panutan bagi warga sekitar, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan membimbing anak-anak di Panti Asuhan Al-Amin dengan penuh kasih sayang.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi anak-anak panti yang selama ini menganggap beliau sebagai sosok ibu. Dengan penuh cinta dan perhatian, Ibu Minarni telah membesarkan, menyayangi, serta memberikan kesempatan kepada anak-anak asuhnya untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang layak sebagaimana anak-anak pada umumnya.
Masyarakat Kelurahan Marga Rahayu turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah. Mereka mengenang Ibu Minarni sebagai pribadi yang tulus dalam mengabdi kepada sesama dan selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni
Lubuklinggau – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Panti Asuhan Al-Amin serta masyarakat Kelurahan Marga Rahayu. Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni, telah berpulang ke rahmatullah pada pukul 14.00 WIB di Rumah Sakit Husen, Palembang, setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Jenazah almarhumah tiba di rumah duka pada pukul 01.35 WIB dini hari dengan menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Husen Palembang. Rumah duka beralamat di Jl. Marga Rahayu RT 003 No. 26, Kota Lubuklinggau.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan besok siang di TPU Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau.
Semasa hidupnya, Ibu Minarni dikenal sebagai sosok perempuan yang baik hati, ramah, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Beliau tidak hanya menjadi panutan bagi warga sekitar, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan membimbing anak-anak di Panti Asuhan Al-Amin dengan penuh kasih sayang.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi anak-anak panti yang selama ini menganggap beliau sebagai sosok ibu. Dengan penuh cinta dan perhatian, Ibu Minarni telah membesarkan, menyayangi, serta memberikan kesempatan kepada anak-anak asuhnya untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang layak sebagaimana anak-anak pada umumnya.
Masyarakat Kelurahan Marga Rahayu turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah. Mereka mengenang Ibu Minarni sebagai pribadi yang tulus dalam mengabdi kepada sesama dan selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
jali roy Din Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Selasa, 16 Juni 2026

Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SMA Negeri 2 Sanga Desa Dipertanyakan


TARGET INVESTIGASI - Musi Banyuasin – Dugaan ketidakberesan terkait pengelolaan dana fasilitas sekolah mencuat di Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, anggaran untuk alokasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) dikabarkan bernilai cukup besar, namun kondisi fisik bangunan di SMA Negeri 2 Sanga Desa justru berbanding terbalik dan tampak telantar tanpa realisasi pengecatan dinding.

Berdasarkan keluhan yang berkembang, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemeliharaan infrastruktur tidak tampak pada kondisi fisik sekolah. Dinding-dinding ruangan kelas maupun gedung luar, plafonon dan toilet SMA Negeri 2 Sanga Desa terlihat sangat kusam, memudar, dan tidak tersentuh program pengecatan ulang sama sekali dalam waktu yang lama, Senin (15/06/2026). 

Ironisnya, minimnya perawatan visual ini terjadi di tengah besarnya porsi anggaran yang dilaporkan mengalir untuk kebutuhan sarpras lembaga pendidikan bentukan pemerintah daerah tersebut. 

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2023 pihak SMAN 2 Sanga Desa menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana melalui dana BOS Tahap I sebesar Rp 8.427.000 dan Tahap II sebesar Rp 37.412.000.

Sementara pada tahun 2024, sekolah tersebut kembali menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp 11.900.000 dan pada tahap berikutnya sebesar Rp 42.707.000.

Jika ditotal, anggaran perawatan sarana dan prasarana sekolah selama tahun 2023 hingga 2024 mencapai Rp 100.446.000.

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah dinilai masih memprihatinkan. Cat dinding sekolah tampak kusam dan mengelupas di beberapa bagian, bahkan sejumlah plafon ruang belajar juga terlihat rusak.

Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dialokasikan dengan realisasi perawatan di lapangan.

Tidak adanya realisasi perawatan berkala ini memunculkan desakan kuat dan pertanyaan dari para wali murid mengenai ke mana aliran serta transparansi penggunaan dana operasional sekolah yang dikelola oleh manajemen sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan. 

Kondisi gedung yang kumuh ditambah lagi dengan rumput halaman yang liar kian mempertegas dugaan lemahnya pengawasan atas realisasi dana pemeliharaan.

Warga setempat menuntut agar pihak aparat pengawas fungsional maupun dinas terkait segera turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terkait realisasi anggaran sarpras di SMA Negeri 2 Sanga Desa agar hak siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak tidak dikorbankan (IR).
jali roy Din Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Sabtu, 06 Juni 2026

Pemilihan Ketua RT 01 Perumnas Rahmah Berlangsung Sukses, Samsul Komar Terpilih dengan Perolehan Suara Terbanyak


TARGET INVESTIGASI - Lubuklinggau, 6 Juni 2026 – Pemilihan Ketua RT 01 Perumnas Rahmah, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, telah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan demokrasi tingkat lingkungan tersebut diikuti oleh tiga kandidat calon Ketua RT dan mendapat antusiasme dari warga setempat.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, jumlah mata pilih sebanyak 104 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 93 suara sah, 7 suara tidak sah (blanko), dan 4 warga tidak hadir dalam pelaksanaan pemungutan suara.
Adapun hasil perolehan suara masing-masing kandidat adalah sebagai berikut:
Kandidat Nomor Urut 01 memperoleh 7 suara
Kandidat Nomor Urut 02 memperoleh 73 suara
Kandidat Nomor Urut 03 memperoleh 13 suara
Dengan perolehan 73 suara, Kandidat Nomor Urut 02, Bapak Samsul Komar, resmi terpilih sebagai Ketua RT 01 Perumnas Rahmah untuk periode berikutnya.
Saat dikonfirmasi awak media usai pelaksanaan pemilihan, Bapak Samsul Komar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menggunakan hak pilihnya serta turut menjaga suasana tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan warga Perumnas Rahmah, khususnya RT 01, yang telah berpartisipasi dalam pemilihan Ketua RT ini. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan sukses, aman, dan tertib," ujar Samsul Komar.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat kepadanya untuk memimpin RT 01.
"Saya dan keluarga besar mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh warga Perumnas Rahmah. Insyaallah amanah yang dipercayakan kepada saya akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Semoga ke depan RT 01 semakin maju, kompak, dan sejahtera," tambahnya.
Pelaksanaan pemilihan Ketua RT ini menjadi bukti nyata semangat demokrasi dan kebersamaan warga Perumnas Rahmah dalam menentukan pemimpin lingkungan yang diharapkan mampu membawa kemajuan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Ip)
jali roy Din Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Kamis, 04 Juni 2026

Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SMA Negeri 1 Tungkal Jaya Dipertanyakan


TARGET INVESTIGASI _ Musi Banyuasin – Dugaan ketidakberesan terkait pengelolaan dana fasilitas sekolah mencuat di Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, anggaran untuk alokasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) dikabarkan bernilai cukup besar, namun kondisi fisik bangunan di SMA Negeri 1 Tungkal Jaya justru berbanding terbalik dan tampak telantar tanpa realisasi pengecatan dinding.

Berdasarkan keluhan yang berkembang, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemeliharaan infrastruktur tidak tampak pada kondisi fisik sekolah. Dinding-dinding ruangan kelas maupun gedung luar, plafonon dan toilet SMA Negeri 1 Tungkal Jaya terlihat sangat kusam, memudar, dan tidak tersentuh program pengecatan ulang sama sekali dalam waktu yang lama, Jum'at (05/06/2026).

minimnya perawatan visual ini terjadi di tengah besarnya porsi anggaran yang dilaporkan mengalir untuk kebutuhan sarpras lembaga pendidikan bentukan pemerintah daerah tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2024 pihak SMAN 1 Tungkal Jaya menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana melalui dana BOS Tahap I sebesar Rp 41.814.000 dan Tahap II sebesar Rp 110.494.800.

Sementara pada tahun 2025, sekolah tersebut kembali menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp 105.420.000 dan pada tahap berikutnya sebesar Rp 102.268.500.

Jika ditotal, anggaran perawatan sarana dan prasarana sekolah selama tahun 2024 hingga 2025 mencapai Rp 359.997.300.

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah dinilai masih memprihatinkan. Cat dinding sekolah tampak kusam dan mengelupas di beberapa bagian, bahkan sejumlah plafon ruang belajar juga terlihat rusak.

Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dialokasikan dengan realisasi perawatan di lapangan.

Tidak adanya realisasi perawatan berkala ini memunculkan desakan kuat dan pertanyaan dari para wali murid mengenai ke mana aliran serta transparansi penggunaan dana operasional sekolah yang dikelola oleh manajemen sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan.

Kondisi gedung yang kumuh ditambah lagi dengan rumput halaman yang liar kian mempertegas dugaan lemahnya pengawasan atas realisasi dana pemeliharaan.

Warga setempat menuntut agar pihak aparat pengawas fungsional maupun dinas terkait segera turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terkait realisasi anggaran sarpras di SMA Negeri 1 Tungkal Jaya agar hak siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak tidak dikorbankan. (Red)

jali roy Din Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Rabu, 03 Juni 2026

Diduga Dana Perawatan Tahun 2025 SMPN 3 Bayung Lencir Tidak Terealisasikan, Kondisi Fasilitas Sekolah Dipertanyakan


TARGET INVESTIGASI - MUSI BANYUASIN ~ Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dana bantuan operasional pada sektor pendidikan kembali mendapat sorotan masyarakat. Kali ini, realisasi anggaran pemeliharaan dan sarana prasarana tahun anggaran 2025 di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, diduga kuat tidak direalisasikan secara transparan dan sesuai peruntukannya.

Dugaan ini mencuat setelah adanya laporan dari sejumlah pihak mengenai kondisi fisik bangunan sekolah yang dinilai kurang terawat dan tidak mencerminkan adanya penyerapan anggaran pemeliharaan berkala pada tahun fiskal tersebut. Berdasarkan data anggaran tahun 2025, SMPN 3 Bayung Lencir seharusnya mengalokasikan sejumlah dana khusus yang ditujukan untuk perawatan ruang kelas, perbaikan fasilitas penunjang belajar, serta pemeliharaan lingkungan sekolah demi kenyamanan siswa.

Menurut keterangan salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, indikasi adanya perbaikan atau perawatan fasilitas sekolah pada pos anggaran 2025 dinilai sangat minim, bahkan hampir tidak terlihat. Kesenjangan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan wali murid dan pengamat pendidikan setempat mengenai ke mana aliran dana perawatan tersebut dialihkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah beserta bendahara SMPN 3 Bayung Lencir belum memberikan klarifikasi ataupun respons resmi terkait mandeknya realisasi dana perawatan tersebut. Upaya konfirmasi langsung dari awak media mengenai detail rincian penggunaan anggaran pemeliharaan tahun 2025 masih terus berjalan guna mendapatkan keberimbangan informasi.

Masyarakat mendesak agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Musi Banyuasin segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta audit investigasi secara menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran di sekolah tersebut.

Langkah ini dinilai mendesak guna memastikan bahwa pemanfaatan anggaran pendidikan berjalan akuntabel, transparan, dan terbebas dari potensi praktik penyalahgunaan wewenang. IR
jali roy Din Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SDN Sumber Sari Tungkal Jaya Dipertanyakan



Musi Banyuasin – Dugaan ketidakberesan terkait pengelolaan dana fasilitas sekolah mencuat di Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, anggaran untuk alokasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) dikabarkan bernilai cukup besar, namun kondisi fisik bangunan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumber Sari justru berbanding terbalik dan tampak telantar tanpa realisasi pengecatan dinding.

Berdasarkan keluhan yang berkembang, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemeliharaan infrastruktur tidak tampak pada kondisi fisik sekolah. Dinding-dinding ruangan kelas maupun gedung luar SDN Sumber Sari terlihat sangat kusam, memudar, dan tidak tersentuh program pengecatan ulang sama sekali dalam waktu yang lama, Rabu (03/06/2026). 
Ironisnya, minimnya perawatan visual ini terjadi di tengah besarnya porsi anggaran yang dilaporkan mengalir untuk kebutuhan sarpras lembaga pendidikan bentukan pemerintah daerah tersebut. 

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2024 pihak SDN Sumber Sari menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana melalui dana BOS Tahap I sebesar Rp50.255.000 dan Tahap II sebesar Rp16.970.000.

Sementara pada tahun 2025, sekolah tersebut kembali menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp.13.911.900 dan pada tahap berikutnya sebesar Rp.15.634.200.

Jika ditotal, anggaran perawatan sarana dan prasarana sekolah selama tahun 2024 hingga 2025 mencapai Rp96. 771.100

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah dinilai masih memprihatinkan. Cat dinding sekolah tampak kusam dan mengelupas di beberapa bagian, bahkan sejumlah plafon ruang belajar juga terlihat rusak.

Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dialokasikan dengan realisasi perawatan di lapangan.

Tidak adanya realisasi perawatan berkala ini memunculkan desakan kuat dan pertanyaan dari para wali murid mengenai ke mana aliran serta transparansi penggunaan dana operasional sekolah yang dikelola oleh manajemen sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin.

Kondisi gedung yang kumuh ditambah lagi dengan rumput halaman yang liar kian mempertegas dugaan lemahnya pengawasan atas realisasi dana pemeliharaan.

Warga setempat menuntut agar pihak aparat pengawas fungsional maupun dinas terkait segera turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terkait realisasi anggaran sarpras di SDN Sumber Sari Kecamatan Tungkal Jaya agar hak siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak tidak dikorbankan.
jali roy Din Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.