Selasa, 16 Juni 2026

Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SMA Negeri 2 Sanga Desa Dipertanyakan


TARGET INVESTIGASI - Musi Banyuasin – Dugaan ketidakberesan terkait pengelolaan dana fasilitas sekolah mencuat di Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, anggaran untuk alokasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) dikabarkan bernilai cukup besar, namun kondisi fisik bangunan di SMA Negeri 2 Sanga Desa justru berbanding terbalik dan tampak telantar tanpa realisasi pengecatan dinding.

Berdasarkan keluhan yang berkembang, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemeliharaan infrastruktur tidak tampak pada kondisi fisik sekolah. Dinding-dinding ruangan kelas maupun gedung luar, plafonon dan toilet SMA Negeri 2 Sanga Desa terlihat sangat kusam, memudar, dan tidak tersentuh program pengecatan ulang sama sekali dalam waktu yang lama, Senin (15/06/2026). 

Ironisnya, minimnya perawatan visual ini terjadi di tengah besarnya porsi anggaran yang dilaporkan mengalir untuk kebutuhan sarpras lembaga pendidikan bentukan pemerintah daerah tersebut. 

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2023 pihak SMAN 2 Sanga Desa menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana melalui dana BOS Tahap I sebesar Rp 8.427.000 dan Tahap II sebesar Rp 37.412.000.

Sementara pada tahun 2024, sekolah tersebut kembali menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp 11.900.000 dan pada tahap berikutnya sebesar Rp 42.707.000.

Jika ditotal, anggaran perawatan sarana dan prasarana sekolah selama tahun 2023 hingga 2024 mencapai Rp 100.446.000.

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah dinilai masih memprihatinkan. Cat dinding sekolah tampak kusam dan mengelupas di beberapa bagian, bahkan sejumlah plafon ruang belajar juga terlihat rusak.

Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dialokasikan dengan realisasi perawatan di lapangan.

Tidak adanya realisasi perawatan berkala ini memunculkan desakan kuat dan pertanyaan dari para wali murid mengenai ke mana aliran serta transparansi penggunaan dana operasional sekolah yang dikelola oleh manajemen sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan. 

Kondisi gedung yang kumuh ditambah lagi dengan rumput halaman yang liar kian mempertegas dugaan lemahnya pengawasan atas realisasi dana pemeliharaan.

Warga setempat menuntut agar pihak aparat pengawas fungsional maupun dinas terkait segera turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terkait realisasi anggaran sarpras di SMA Negeri 2 Sanga Desa agar hak siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak tidak dikorbankan (IR).
jali roy Din Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar