Selasa, 14 Juli 2026

Diduga Minim Perawatan, Plafon SDN Bandar Agung Kecamatan Lalan Rusak Parah dan Bahayakan Siswa


TARGET INVESTIGASI - MUSI BANYUASIN – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin kembali menjadi sorotan. Satuan pendidikan SDN Bandar Agung yang berlokasi di RT 04 RW 01, Desa Bandar Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, diduga kuat luput dari perhatian dan perawatan pemerintah maupun pihak sekolah.
Berdasarkan pantauan dan laporan di lapangan, kerusakan fisik terlihat sangat jelas pada bagian plafon bangunan sekolah. Banyak titik plafon yang tampak jebol, melapuk, dan dibiarkan meranggas tanpa adanya upaya perbaikan nyata.

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar dari wali murid dan masyarakat setempat, mengingat kerusakan tersebut berpotensi ambruk sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan para siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyayangkan lambatnya respons dari pihak manajemen sekolah maupun dinas terkait.

"Kondisinya sudah terlihat jelas rusak dan sangat membahayakan anak-anak. Gedung sekolah negeri seharusnya menjadi tempat yang aman, namun jika plafonnya rusak parah dan dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan, ini menunjukkan tidak adanya perawatan rutin," ujarnya kesal.

SDN Bandar Agung merupakan salah satu fasilitas pendidikan dasar negeri yang vital di wilayah Kecamatan Lalan. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang salah satu peruntukannya adalah untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah ringan, dipertanyakan realisasinya oleh masyarakat setempat akibat pembiaran kerusakan ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Musi Banyuasin belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pembiaran kerusakan fasilitas sekolah tersebut serta rencana perbaikan ke depan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mengambil langkah taktis guna merenovasi bangunan sekolah demi menjamin keselamatan serta kenyamanan generasi penerus bangsa di Kecamatan Lalan.

Jumat, 03 Juli 2026

Viral Beredar Video Diiduga Pungli Dikawasan Taman Olahraga Megang Lubuklinggau

TARGET INVESTIGASI_Lubuklinggau viralnya video yang beredar di mensos saat seorang awak media sedang mewawancarai para pedagang kecil yang berada di kawasan Taman Olahraga Megang kota Lubuklinggau. Video tersebut diambil pada hari senin 25/06/2026 dikawasan depan pagar Taman Olahraga Megang (TOM). Tampak terlihat dengan wajah lesu dan sedih pedagang tersebut memberikan keterangan kepada awak media Online. Dugaan pungli oleh oknum yang bukan dari petugas resmi pengambilan distribusi yang sah.
Terlihat pedang tersebut hanya menjual es yang hanya di hargai sebesar Rp 5000.- perbungkus. Dalam kesaksiannya dengan inisia B yang nama nya tidak mau di sebutkan kerena takut akan adanya ancaman diduga oknum pungli tersebut. Saat awak media menanyakan apakah membayar lapak jualan atau memberikan setoran untuk berjualan disisni. Beliau mengatakan “ benar kami disini harus membayar setiap hari sebesar Rp. 50.000.- ( lima puluh ribu rupiah) apalagi pada saat ada acara event artis. Sedangkan kami cuman hanya berjualan es dan cilok saja yang cuman mendapatkan hasil sedikit buat menghidupi istri dan anak kami.
Apa lagi dengan keadaan ekonomi begini serba mahal dan susah serta saya harus membiayai anak – anak saya buat sekolah. Saat awak media menanyakan apakah bapak keberatan dan langsung dijawab sangat berat apalagi belum tentu kami pedagang dagangan kami habis atau laku, “ujarnya.
Informasi yang kami dapat kan bahwa pungli yang di lakukan oleh oknum tersebut bernama Okta dan Geri dari beberapa pedagang di kawasan TOM tersebut. Bahkan diduga oknum tersebut saat berinteraksi dengan para pedagang dan media kalau beliau adalah masih saudara Walikota Lubuklinggau bapak H. Rachmat Hidayat. Bahkan kawasan parkir di area kawasan Taman Olahraga Megang itu adalah haknya dia.
Ini cukup miris dan harus ditindak tegas pihak Aparat hukum di kota Lubuklinggau dalam hal Tim Saber Pungli terkhusus Polres kota Lubuklinggau. Sampai saat berita ini naik belum ada tindakan dari pihak polres lubuklinggau dalam hal ini Reskrim untuk segera mengabil tidakan tegas terhadap oknum tersebut.
Saat awak media menghubungi kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP M. Kurniawan Azwar, S.T.K., S.I.K., M.A.P. melalui vhia WhatsApp dengan nomor contact 08xx72xx75xx belum ada jawaban dan respon dari beliau. (*)Indra.
̶ ̶ ̶ ̶ ̶ ̶
Relis berita pres yang lebih tajam lagi

Senin, 29 Juni 2026

Proyek Pengaman Tebing Sungai Mesat Senilai Rp6,9 Miliar Molor, LSM Projamin Desak Pemerintah Bertindak Tegas

TARGET INVESTIGASI - Lubuklinggau, 29 Juni 2026 – Proyek pembangunan pengaman tebing Sungai Mesat di Kecamatan Lubuklinggau Timur II kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp6.949.165.000 dan dikerjakan oleh CV Putri Aceh tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan hingga melewati masa kontrak dan dilanjutkan ke tahun anggaran berikutnya.
Kondisi tersebut memicu perhatian masyarakat serta mendapat tanggapan dari DPD LSM Projamin (Profesional Jaringan Mitra Negara). Organisasi tersebut menilai keterlambatan proyek perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan penggunaan anggaran negara dan keselamatan masyarakat di sekitar bantaran Sungai Mesat.
Ketua DPD LSM Projamin menyampaikan bahwa proyek bernilai hampir Rp7 miliar seharusnya dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
"Kami melihat progres pekerjaan di lapangan berjalan lambat. Ini merupakan proyek yang menggunakan uang rakyat dengan nilai miliaran rupiah. Keterlambatan hingga menyeberang tahun anggaran harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah," ujarnya.
LSM Projamin juga meminta Pemerintah Kota Lubuklinggau, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, LSM Projamin mendesak agar apabila ditemukan adanya pelanggaran kontrak atau ketidakmampuan penyedia jasa dalam memenuhi kewajibannya, pemerintah memberikan sanksi sesuai mekanisme hukum yang berlaku, termasuk mempertimbangkan pemutusan kontrak maupun pencantuman dalam Daftar Hitam (Blacklist) apabila memenuhi persyaratan berdasarkan hasil evaluasi resmi.
Berdasarkan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, keterlambatan penyelesaian pekerjaan dapat dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu per mil) per hari dari nilai kontrak, sesuai ketentuan yang berlaku dalam kontrak dan regulasi pengadaan pemerintah.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau segera memberikan kepastian terkait penyelesaian proyek tersebut. Pasalnya, keterlambatan pembangunan pengaman tebing dinilai berpotensi meningkatkan risiko longsor dan banjir bagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Mesat.( Ibt )

Rabu, 17 Juni 2026

Dugaan Praktik ‘Ngepok’ Solar di SPBU Tugumulyo Resahkan Warga, Aparat Diminta Turun Tangan


TARGET INVESTIGASI - MUSI RAWAS – Dugaan praktik penimbunan dan permainan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, memicu keresahan warga. Selain pembatasan sepihak pada siang hari, solar diduga dijual dengan harga lebih tinggi pada malam hari hingga sempat memicu keributan di lokasi.

Menurut informasi dari warga dan pengendara setempat, pembelian solar pada siang hari dibatasi ketat hanya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000 per kendaraan. 

Namun, pembatasan ini diduga sengaja dilakukan untuk menyisakan kuota demi praktik "ngepok" atau penimbunan pada malam hari.Saat malam tiba, oknum di SPBU diduga menaikkan harga solar secara ilegal menjadi Rp11.000 per liter dari harga normal Rp10.000 per liter. 

Sistem penjualannya pun dilakukan secara tertutup dengan cara membuka-tutup rantai penghalang pintu masuk untuk memilah pembeli yang bersedia membayar lebih mahal.Puncak kekesalan masyarakat terjadi sekitar tiga hari lalu. 

Sempat terjadi keributan antara sejumlah pengendara dengan salah satu oknum petugas SPBU bernama Nova akibat aturan sepihak yang dinilai merugikan konsumen tersebut.

Menanggapi situasi ini, masyarakat mendesak Dinas Perdagangan, Pertamina, dan aparat penegak hukum segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menindak tegas oknum yang terlibat. 

Hingga saat ini, pihak manajemen SPBU Tugumulyo belum memberikan keterangan resmi terkait insiden dan dugaan pelanggaran tersebut. 
(Red)

innalillahi wa inna ilaihi ra'jiun "Telah Pulang ke Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu MinarniLubuklinggau 17 Juni 2026–

Telah Pulang keTelah Pulang ke Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni
Lubuklinggau 17 Juni 2026– Kabar duka menyelimuti keluarga besar Panti Asuhan Al-Amin serta masyarakat Kelurahan Marga Rahayu. Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni, telah berpulang ke rahmatullah pada pukul 14.00 WIB di Rumah Sakit Husen, Palembang, setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Jenazah almarhumah tiba di rumah duka pada pukul 01.35 WIB dini hari dengan menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Husen Palembang. Rumah duka beralamat di Jl. Marga Rahayu RT 003 No. 26, Kota Lubuklinggau.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan besok siang di TPU Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau.
Semasa hidupnya, Ibu Minarni dikenal sebagai sosok perempuan yang baik hati, ramah, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Beliau tidak hanya menjadi panutan bagi warga sekitar, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan membimbing anak-anak di Panti Asuhan Al-Amin dengan penuh kasih sayang.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi anak-anak panti yang selama ini menganggap beliau sebagai sosok ibu. Dengan penuh cinta dan perhatian, Ibu Minarni telah membesarkan, menyayangi, serta memberikan kesempatan kepada anak-anak asuhnya untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang layak sebagaimana anak-anak pada umumnya.
Masyarakat Kelurahan Marga Rahayu turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah. Mereka mengenang Ibu Minarni sebagai pribadi yang tulus dalam mengabdi kepada sesama dan selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni
Lubuklinggau – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Panti Asuhan Al-Amin serta masyarakat Kelurahan Marga Rahayu. Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni, telah berpulang ke rahmatullah pada pukul 14.00 WIB di Rumah Sakit Husen, Palembang, setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Jenazah almarhumah tiba di rumah duka pada pukul 01.35 WIB dini hari dengan menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Husen Palembang. Rumah duka beralamat di Jl. Marga Rahayu RT 003 No. 26, Kota Lubuklinggau.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan besok siang di TPU Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau.
Semasa hidupnya, Ibu Minarni dikenal sebagai sosok perempuan yang baik hati, ramah, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Beliau tidak hanya menjadi panutan bagi warga sekitar, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan membimbing anak-anak di Panti Asuhan Al-Amin dengan penuh kasih sayang.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi anak-anak panti yang selama ini menganggap beliau sebagai sosok ibu. Dengan penuh cinta dan perhatian, Ibu Minarni telah membesarkan, menyayangi, serta memberikan kesempatan kepada anak-anak asuhnya untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang layak sebagaimana anak-anak pada umumnya.
Masyarakat Kelurahan Marga Rahayu turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah. Mereka mengenang Ibu Minarni sebagai pribadi yang tulus dalam mengabdi kepada sesama dan selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Selasa, 16 Juni 2026

Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SMA Negeri 2 Sanga Desa Dipertanyakan

TARGET INVESTIGASI - Musi Banyuasin – Dugaan ketidakberesan terkait pengelolaan dana fasilitas sekolah mencuat di Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, anggaran untuk alokasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) dikabarkan bernilai cukup besar, namun kondisi fisik bangunan di SMA Negeri 2 Sanga Desa justru berbanding terbalik dan tampak telantar tanpa realisasi pengecatan dinding.

Berdasarkan keluhan yang berkembang, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemeliharaan infrastruktur tidak tampak pada kondisi fisik sekolah. Dinding-dinding ruangan kelas maupun gedung luar, plafonon dan toilet SMA Negeri 2 Sanga Desa terlihat sangat kusam, memudar, dan tidak tersentuh program pengecatan ulang sama sekali dalam waktu yang lama, Senin (15/06/2026). 

Ironisnya, minimnya perawatan visual ini terjadi di tengah besarnya porsi anggaran yang dilaporkan mengalir untuk kebutuhan sarpras lembaga pendidikan bentukan pemerintah daerah tersebut. 

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2023 pihak SMAN 2 Sanga Desa menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana melalui dana BOS Tahap I sebesar Rp 8.427.000 dan Tahap II sebesar Rp 37.412.000.

Sementara pada tahun 2024, sekolah tersebut kembali menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp 11.900.000 dan pada tahap berikutnya sebesar Rp 42.707.000.

Jika ditotal, anggaran perawatan sarana dan prasarana sekolah selama tahun 2023 hingga 2024 mencapai Rp 100.446.000.

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah dinilai masih memprihatinkan. Cat dinding sekolah tampak kusam dan mengelupas di beberapa bagian, bahkan sejumlah plafon ruang belajar juga terlihat rusak.

Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dialokasikan dengan realisasi perawatan di lapangan.

Tidak adanya realisasi perawatan berkala ini memunculkan desakan kuat dan pertanyaan dari para wali murid mengenai ke mana aliran serta transparansi penggunaan dana operasional sekolah yang dikelola oleh manajemen sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan. 

Kondisi gedung yang kumuh ditambah lagi dengan rumput halaman yang liar kian mempertegas dugaan lemahnya pengawasan atas realisasi dana pemeliharaan.

Warga setempat menuntut agar pihak aparat pengawas fungsional maupun dinas terkait segera turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terkait realisasi anggaran sarpras di SMA Negeri 2 Sanga Desa agar hak siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak tidak dikorbankan (IR).

Sabtu, 06 Juni 2026

Pemilihan Ketua RT 01 Perumnas Rahmah Berlangsung Sukses, Samsul Komar Terpilih dengan Perolehan Suara Terbanyak

TARGET INVESTIGASI - Lubuklinggau, 6 Juni 2026 – Pemilihan Ketua RT 01 Perumnas Rahmah, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, telah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan demokrasi tingkat lingkungan tersebut diikuti oleh tiga kandidat calon Ketua RT dan mendapat antusiasme dari warga setempat.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, jumlah mata pilih sebanyak 104 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 93 suara sah, 7 suara tidak sah (blanko), dan 4 warga tidak hadir dalam pelaksanaan pemungutan suara.
Adapun hasil perolehan suara masing-masing kandidat adalah sebagai berikut:
Kandidat Nomor Urut 01 memperoleh 7 suara
Kandidat Nomor Urut 02 memperoleh 73 suara
Kandidat Nomor Urut 03 memperoleh 13 suara
Dengan perolehan 73 suara, Kandidat Nomor Urut 02, Bapak Samsul Komar, resmi terpilih sebagai Ketua RT 01 Perumnas Rahmah untuk periode berikutnya.
Saat dikonfirmasi awak media usai pelaksanaan pemilihan, Bapak Samsul Komar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menggunakan hak pilihnya serta turut menjaga suasana tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan warga Perumnas Rahmah, khususnya RT 01, yang telah berpartisipasi dalam pemilihan Ketua RT ini. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan sukses, aman, dan tertib," ujar Samsul Komar.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat kepadanya untuk memimpin RT 01.
"Saya dan keluarga besar mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh warga Perumnas Rahmah. Insyaallah amanah yang dipercayakan kepada saya akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Semoga ke depan RT 01 semakin maju, kompak, dan sejahtera," tambahnya.
Pelaksanaan pemilihan Ketua RT ini menjadi bukti nyata semangat demokrasi dan kebersamaan warga Perumnas Rahmah dalam menentukan pemimpin lingkungan yang diharapkan mampu membawa kemajuan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Ip)

Kamis, 04 Juni 2026

Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SMA Negeri 1 Tungkal Jaya Dipertanyakan

TARGET INVESTIGASI _ Musi Banyuasin – Dugaan ketidakberesan terkait pengelolaan dana fasilitas sekolah mencuat di Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, anggaran untuk alokasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) dikabarkan bernilai cukup besar, namun kondisi fisik bangunan di SMA Negeri 1 Tungkal Jaya justru berbanding terbalik dan tampak telantar tanpa realisasi pengecatan dinding.

Berdasarkan keluhan yang berkembang, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemeliharaan infrastruktur tidak tampak pada kondisi fisik sekolah. Dinding-dinding ruangan kelas maupun gedung luar, plafonon dan toilet SMA Negeri 1 Tungkal Jaya terlihat sangat kusam, memudar, dan tidak tersentuh program pengecatan ulang sama sekali dalam waktu yang lama, Jum'at (05/06/2026).

minimnya perawatan visual ini terjadi di tengah besarnya porsi anggaran yang dilaporkan mengalir untuk kebutuhan sarpras lembaga pendidikan bentukan pemerintah daerah tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2024 pihak SMAN 1 Tungkal Jaya menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana melalui dana BOS Tahap I sebesar Rp 41.814.000 dan Tahap II sebesar Rp 110.494.800.

Sementara pada tahun 2025, sekolah tersebut kembali menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp 105.420.000 dan pada tahap berikutnya sebesar Rp 102.268.500.

Jika ditotal, anggaran perawatan sarana dan prasarana sekolah selama tahun 2024 hingga 2025 mencapai Rp 359.997.300.

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah dinilai masih memprihatinkan. Cat dinding sekolah tampak kusam dan mengelupas di beberapa bagian, bahkan sejumlah plafon ruang belajar juga terlihat rusak.

Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dialokasikan dengan realisasi perawatan di lapangan.

Tidak adanya realisasi perawatan berkala ini memunculkan desakan kuat dan pertanyaan dari para wali murid mengenai ke mana aliran serta transparansi penggunaan dana operasional sekolah yang dikelola oleh manajemen sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan.

Kondisi gedung yang kumuh ditambah lagi dengan rumput halaman yang liar kian mempertegas dugaan lemahnya pengawasan atas realisasi dana pemeliharaan.

Warga setempat menuntut agar pihak aparat pengawas fungsional maupun dinas terkait segera turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terkait realisasi anggaran sarpras di SMA Negeri 1 Tungkal Jaya agar hak siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak tidak dikorbankan. (Red)

Rabu, 03 Juni 2026

Diduga Dana Perawatan Tahun 2025 SMPN 3 Bayung Lencir Tidak Terealisasikan, Kondisi Fasilitas Sekolah Dipertanyakan

TARGET INVESTIGASI - MUSI BANYUASIN ~ Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dana bantuan operasional pada sektor pendidikan kembali mendapat sorotan masyarakat. Kali ini, realisasi anggaran pemeliharaan dan sarana prasarana tahun anggaran 2025 di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, diduga kuat tidak direalisasikan secara transparan dan sesuai peruntukannya.

Dugaan ini mencuat setelah adanya laporan dari sejumlah pihak mengenai kondisi fisik bangunan sekolah yang dinilai kurang terawat dan tidak mencerminkan adanya penyerapan anggaran pemeliharaan berkala pada tahun fiskal tersebut. Berdasarkan data anggaran tahun 2025, SMPN 3 Bayung Lencir seharusnya mengalokasikan sejumlah dana khusus yang ditujukan untuk perawatan ruang kelas, perbaikan fasilitas penunjang belajar, serta pemeliharaan lingkungan sekolah demi kenyamanan siswa.

Menurut keterangan salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, indikasi adanya perbaikan atau perawatan fasilitas sekolah pada pos anggaran 2025 dinilai sangat minim, bahkan hampir tidak terlihat. Kesenjangan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan wali murid dan pengamat pendidikan setempat mengenai ke mana aliran dana perawatan tersebut dialihkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah beserta bendahara SMPN 3 Bayung Lencir belum memberikan klarifikasi ataupun respons resmi terkait mandeknya realisasi dana perawatan tersebut. Upaya konfirmasi langsung dari awak media mengenai detail rincian penggunaan anggaran pemeliharaan tahun 2025 masih terus berjalan guna mendapatkan keberimbangan informasi.

Masyarakat mendesak agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Musi Banyuasin segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta audit investigasi secara menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran di sekolah tersebut.

Langkah ini dinilai mendesak guna memastikan bahwa pemanfaatan anggaran pendidikan berjalan akuntabel, transparan, dan terbebas dari potensi praktik penyalahgunaan wewenang. IR

Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SDN Sumber Sari Tungkal Jaya Dipertanyakan


Musi Banyuasin – Dugaan ketidakberesan terkait pengelolaan dana fasilitas sekolah mencuat di Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, anggaran untuk alokasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) dikabarkan bernilai cukup besar, namun kondisi fisik bangunan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumber Sari justru berbanding terbalik dan tampak telantar tanpa realisasi pengecatan dinding.

Berdasarkan keluhan yang berkembang, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemeliharaan infrastruktur tidak tampak pada kondisi fisik sekolah. Dinding-dinding ruangan kelas maupun gedung luar SDN Sumber Sari terlihat sangat kusam, memudar, dan tidak tersentuh program pengecatan ulang sama sekali dalam waktu yang lama, Rabu (03/06/2026). 
Ironisnya, minimnya perawatan visual ini terjadi di tengah besarnya porsi anggaran yang dilaporkan mengalir untuk kebutuhan sarpras lembaga pendidikan bentukan pemerintah daerah tersebut. 

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2024 pihak SDN Sumber Sari menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana melalui dana BOS Tahap I sebesar Rp50.255.000 dan Tahap II sebesar Rp16.970.000.

Sementara pada tahun 2025, sekolah tersebut kembali menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp.13.911.900 dan pada tahap berikutnya sebesar Rp.15.634.200.

Jika ditotal, anggaran perawatan sarana dan prasarana sekolah selama tahun 2024 hingga 2025 mencapai Rp96. 771.100

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah dinilai masih memprihatinkan. Cat dinding sekolah tampak kusam dan mengelupas di beberapa bagian, bahkan sejumlah plafon ruang belajar juga terlihat rusak.

Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dialokasikan dengan realisasi perawatan di lapangan.

Tidak adanya realisasi perawatan berkala ini memunculkan desakan kuat dan pertanyaan dari para wali murid mengenai ke mana aliran serta transparansi penggunaan dana operasional sekolah yang dikelola oleh manajemen sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin.

Kondisi gedung yang kumuh ditambah lagi dengan rumput halaman yang liar kian mempertegas dugaan lemahnya pengawasan atas realisasi dana pemeliharaan.

Warga setempat menuntut agar pihak aparat pengawas fungsional maupun dinas terkait segera turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terkait realisasi anggaran sarpras di SDN Sumber Sari Kecamatan Tungkal Jaya agar hak siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak tidak dikorbankan.

Sabtu, 09 Mei 2026

Gorong-Gorong Tanah Mas Indah Kerap Memakan Korban

 

BANYUASIN ~TARGET INVESTIGASI – Kondisi infrastruktur gorong-gorong yang rusak parah di wilayah RT 11 RW 01, Kelurahan Tanah Mas Indah, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak terkait meski kerusakan telah berlangsung cukup lama dan memicu keresahan masyarakat.

Kondisi gorong-gorong yang amblas dan berlubang tersebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan. Laporan warga menyebutkan bahwa korban didominasi oleh kaum ibu yang terjatuh saat melintas. Kejadian terakhir menunjukkan seorang ibu terperosok ke dalam lubang gorong-gorong hingga tertimpa sepeda motornya sendiri akibat jalan yang tidak lagi rata dan rapuh.
“Kami sangat khawatir setiap kali lewat sini. Sudah sering ada ibu-ibu yang jatuh, bahkan ada yang sampai tertimpa motor karena lubangnya cukup dalam dan mendadak. Kalau dibiarkan, kami takut akan ada korban yang lebih fatal,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Warga menyayangkan lambatnya respon pemerintah daerah maupun instansi terkait dalam menangani kerusakan ini. Padahal, akses jalan tersebut merupakan jalur aktif yang setiap hari digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas.

Masyarakat RT 11 RW 01 Kelurahan Tanah Mas Indah mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk segera turun ke lapangan dan melakukan perbaikan permanen. Warga berharap tidak perlu menunggu adanya korban jiwa lebih lanjut sebelum tindakan nyata diambil. IR

Rabu, 22 April 2026

*Warga Tanah Mas Indah Resah, Kondisi Gorong-Gorong Rusak di RT 11 Kerap Memakan Korban*

BANYUASIN ~TARGET INVESTIGASI – Kondisi infrastruktur gorong-gorong yang rusak parah di wilayah RT 11 RW 01, Kelurahan Tanah Mas Indah, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak terkait meski kerusakan telah berlangsung cukup lama dan memicu keresahan masyarakat.

Kondisi gorong-gorong yang amblas dan berlubang tersebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan. Laporan warga menyebutkan bahwa korban didominasi oleh kaum ibu yang terjatuh saat melintas. Kejadian terakhir menunjukkan seorang ibu terperosok ke dalam lubang gorong-gorong hingga tertimpa sepeda motornya sendiri akibat jalan yang tidak lagi rata dan rapuh.
“Kami sangat khawatir setiap kali lewat sini. Sudah sering ada ibu-ibu yang jatuh, bahkan ada yang sampai tertimpa motor karena lubangnya cukup dalam dan mendadak. Kalau dibiarkan, kami takut akan ada korban yang lebih fatal,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Warga menyayangkan lambatnya respon pemerintah daerah maupun instansi terkait dalam menangani kerusakan ini. Padahal, akses jalan tersebut merupakan jalur aktif yang setiap hari digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas.

Masyarakat RT 11 RW 01 Kelurahan Tanah Mas Indah mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk segera turun ke lapangan dan melakukan perbaikan permanen. Warga berharap tidak perlu menunggu adanya korban jiwa lebih lanjut sebelum tindakan nyata diambil. IR

Rabu, 15 April 2026

Palembang pelopor _Revolusi Hijau Ratu Dewa


TARGET INVESTIGASI.COM_Siang itu, di bawah terik matahari yang menyengat di kawasan pinggiran Sungai Musi, Ratu Dewa tak berada di balik meja kerja AC-nya yang dingin. Mengenakan kemeja lapangan, Wali Kota Palembang itu berjongkok, memungut botol plastik yang menyangkut di selokan, lalu menatap tajam tumpukan sampah yang menggunung di pojok jalan.

“Ini bukan warisan yang ingin saya tinggalkan untuk anak cucu kita,” ujarnya tegas, suaranya parau namun penuh penekanan, Rabu.

Bagi Ratu Dewa, 1.260 ton sampah yang dihasilkan warga Palembang setiap harinya bukanlah sekadar angka statistik. Itu adalah bom waktu. Sadar bahwa kebersihan kota adalah wajah martabat warganya, pria kelahiran Muara Kuang ini mengambil langkah drastis yang menggetarkan struktur birokrasi kota. Ia menginstruksikan seluruh camat di 18 kecamatan untuk “turun gunung”, melepaskan seragam dinas, dan menjadi edukator publik langsung di tengah masyarakat.

Ini adalah perombakan paradigma. Camat, yang biasa duduk manis, kini diwajibkan bersentuhan langsung dengan warga, membentuk disiplin, dan memastikan lingkungan bersih dari hulu ke hilir.

Bukan Sekadar Imbauan

Kritis terhadap pola lama yang hanya bersifat imbauan, Ratu Dewa menyadari bahwa penegakan hukum adalah kunci. Dalam langkah berani yang dipersiapkan matang, Pemerintah Kota Palembang akan merevisi Perda Nomor 3 Tahun 2020 dalam waktu 26 hari ke depan. Revisi ini dirancang untuk menciptakan daya tekan yang tak terelakkan bagi pelanggar kebersihan.

“Ke depan kita akan terapkan sanksi tegas. Ini bukan lagi sekadar imbauan, tapi langkah nyata untuk menciptakan efek jera,” kata Dewa dengan nada tegas, menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak akan kompromi terhadap pengotor lingkungan.

Laporan mendalam kami menunjukkan, langkah ini didukung oleh aksi tanggap cepat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diperintahkan memetakan kebutuhan sarana prasarana, terutama tong sampah, dengan target penyelesaian yang sangat ambisius: dua hari.

Menjemput Masa Depan: 

PLTSa Keramasan

Di balik kebijakan ketat tersebut, Ratu Dewa merancang solusi futuristik. Ia tak hanya membersihkan hari ini, tapi juga menjamin masa depan. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Keramasan dikebut siang-malam, ditargetkan beroperasi pada Oktober 2026.

Fasilitas ini diharapkan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari dan mengubahnya menjadi energi listrik ramah lingkungan. Dengan kombinasi edukasi camat dan teknologi PLTSa, Ratu Dewa optimistis volume sampah berkurang hingga 30 persen.

Ini adalah pertaruhan politik yang berani, sebuah “Revolusi Hijau” yang bertujuan mengubah Palembang dari kota yang kotor dengan sampah menjadi kota bersih dan mandiri energi. Langkah Dewa ini membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang turun langsung, perubahan fundamental bukanlah hal yang mustahil

Selasa, 14 April 2026

Pemkab Musi Rawas Raih Penghargaan Nasional, Diguyur Rp30 Miliar dari Kementerian PUPR


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pemkab Musi Rawas mendapatkan penghargaan dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

TARGET INVESTIGASI, KAB MURA - Penghargaan tersebut diraih dalam ajang Lomba Hari Jalan Kementerian PUPR yang digelar di Jakarta pada Sabtu (11/4/2026). Atas capaian itu, Pemkab Musi Rawas diganjar hadiah senilai Rp30 miliar.

Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang diraih tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat.

“Ini capaian yang sangat membanggakan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan jalan hingga ke pelosok desa,” ujar Ratna, Minggu (12/4/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut sejalan dengan program Musi Rawas MANTAB (Maju, Mandiri, dan Bermartabat), yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur merata hingga ke daerah terpencil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Kabupaten Musi Rawas, Alawiyah, menyebut penghargaan ini menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur.

“Penghargaan ini sangat berarti bagi kami. Ini menjadi penyemangat untuk terus membangun dan meningkatkan kualitas jalan di Musi Rawas,” katanya.

Ia menjelaskan, perbaikan infrastruktur jalan memiliki dampak luas, tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat.

“Jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing produk di pasar,” jelasnya.

Selain itu, infrastruktur yang memadai juga dinilai mampu menarik minat investor karena didukung konektivitas yang baik dan akses yang lancar.

Alawiyah menambahkan, pada tahun 2025 Pemkab Musi Rawas telah merealisasikan peningkatan jalan strategis, salah satunya ruas Simpang Gegas–Sugih Waras di Kecamatan Sukakarya.

Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berharap masyarakat turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya ADV (RED)

57 ASN Pemkab Musi Rawas Pensiun, Bupati Ratna Machmud Berikan Penghargaan‎‎‎

TARGET INVESTIGASI, Musi Rawas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas menggelar apel pagi bersama yang diikuti seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Musi Rawas, pada hari ini. Senin (6/4/2026). ‎‎

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Musi Rawas, Ratna Machmud, serta dihadiri Wakil Bupati Suprayitno, Sekretaris Daerah Ali Sadikin, para Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Musi Rawas.‎‎

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 57 ASN Pemkab Musi Rawas resmi memasuki masa purna tugas (pensiun). Rinciannya, 15 ASN pensiun pada Februari 2026, 22 ASN pada Maret 2026, dan 20 ASN pada April 2026.

‎‎Sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi selama bertugas, Bupati Musi Rawas menyerahkan piagam penghargaan secara langsung kepada para ASN yang memasuki masa purna tugas.‎‎

Dalam sambutannya, Bupati Ratna Machmud menyampaikan rasa syukur atas kedisiplinan dan kehadiran para ASN dalam mengikuti apel pagi bersama tersebut.

‎‎Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para ASN yang telah memasuki masa purna tugas atas loyalitas dan kontribusi mereka selama mengabdi di lingkungan Pemkab Musi Rawas.

‎‎“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini. Semoga menjadi amal ibadah dan tetap memberikan inspirasi bagi ASN yang masih aktif,” ujar Bupati.

‎‎Lebih lanjut, Bupati berharap kepada seluruh ASN yang masih aktif agar terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, khususnya di Kabupaten Musi Rawas.‎‎

Apel pagi bersama ini juga menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, soliditas, serta semangat kerja ASN dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan berkelanjutan.‎ ADV (RED)