TARGET INVESTIGASI - MUSI RAWAS – Dugaan praktik penimbunan dan permainan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, memicu keresahan warga. Selain pembatasan sepihak pada siang hari, solar diduga dijual dengan harga lebih tinggi pada malam hari hingga sempat memicu keributan di lokasi.
Menurut informasi dari warga dan pengendara setempat, pembelian solar pada siang hari dibatasi ketat hanya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000 per kendaraan.
Namun, pembatasan ini diduga sengaja dilakukan untuk menyisakan kuota demi praktik "ngepok" atau penimbunan pada malam hari.Saat malam tiba, oknum di SPBU diduga menaikkan harga solar secara ilegal menjadi Rp11.000 per liter dari harga normal Rp10.000 per liter.
Sistem penjualannya pun dilakukan secara tertutup dengan cara membuka-tutup rantai penghalang pintu masuk untuk memilah pembeli yang bersedia membayar lebih mahal.Puncak kekesalan masyarakat terjadi sekitar tiga hari lalu.
Sempat terjadi keributan antara sejumlah pengendara dengan salah satu oknum petugas SPBU bernama Nova akibat aturan sepihak yang dinilai merugikan konsumen tersebut.
Menanggapi situasi ini, masyarakat mendesak Dinas Perdagangan, Pertamina, dan aparat penegak hukum segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menindak tegas oknum yang terlibat.
Hingga saat ini, pihak manajemen SPBU Tugumulyo belum memberikan keterangan resmi terkait insiden dan dugaan pelanggaran tersebut.
(Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar