Senin, 17 Agustus 2026
4 Kali Memakan Korban, Gorong-Gorong Berlubang di Perumahan Griya Vina Asri Banyuasin Kembali Telan Korban Ibu Menyusui
Minggu, 16 Agustus 2026
HUT RI ke-81, Warga Perumnas Rahma Atusias Mengadakan PerlombaanHUT RI ke-81,
Selasa, 14 Juli 2026
Diduga Minim Perawatan, Plafon SDN Bandar Agung Kecamatan Lalan Rusak Parah dan Bahayakan Siswa
Jumat, 03 Juli 2026
Viral Beredar Video Diiduga Pungli Dikawasan Taman Olahraga Megang Lubuklinggau
Terlihat pedang tersebut hanya menjual es yang hanya di hargai sebesar Rp 5000.- perbungkus. Dalam kesaksiannya dengan inisia B yang nama nya tidak mau di sebutkan kerena takut akan adanya ancaman diduga oknum pungli tersebut. Saat awak media menanyakan apakah membayar lapak jualan atau memberikan setoran untuk berjualan disisni. Beliau mengatakan “ benar kami disini harus membayar setiap hari sebesar Rp. 50.000.- ( lima puluh ribu rupiah) apalagi pada saat ada acara event artis. Sedangkan kami cuman hanya berjualan es dan cilok saja yang cuman mendapatkan hasil sedikit buat menghidupi istri dan anak kami.
Apa lagi dengan keadaan ekonomi begini serba mahal dan susah serta saya harus membiayai anak – anak saya buat sekolah. Saat awak media menanyakan apakah bapak keberatan dan langsung dijawab sangat berat apalagi belum tentu kami pedagang dagangan kami habis atau laku, “ujarnya.
Informasi yang kami dapat kan bahwa pungli yang di lakukan oleh oknum tersebut bernama Okta dan Geri dari beberapa pedagang di kawasan TOM tersebut. Bahkan diduga oknum tersebut saat berinteraksi dengan para pedagang dan media kalau beliau adalah masih saudara Walikota Lubuklinggau bapak H. Rachmat Hidayat. Bahkan kawasan parkir di area kawasan Taman Olahraga Megang itu adalah haknya dia.
Ini cukup miris dan harus ditindak tegas pihak Aparat hukum di kota Lubuklinggau dalam hal Tim Saber Pungli terkhusus Polres kota Lubuklinggau. Sampai saat berita ini naik belum ada tindakan dari pihak polres lubuklinggau dalam hal ini Reskrim untuk segera mengabil tidakan tegas terhadap oknum tersebut.
Saat awak media menghubungi kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP M. Kurniawan Azwar, S.T.K., S.I.K., M.A.P. melalui vhia WhatsApp dengan nomor contact 08xx72xx75xx belum ada jawaban dan respon dari beliau. (*)Indra.
̶ ̶ ̶ ̶ ̶ ̶
Relis berita pres yang lebih tajam lagi
Senin, 29 Juni 2026
Proyek Pengaman Tebing Sungai Mesat Senilai Rp6,9 Miliar Molor, LSM Projamin Desak Pemerintah Bertindak Tegas
Rabu, 17 Juni 2026
Dugaan Praktik ‘Ngepok’ Solar di SPBU Tugumulyo Resahkan Warga, Aparat Diminta Turun Tangan
innalillahi wa inna ilaihi ra'jiun "Telah Pulang ke Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu MinarniLubuklinggau 17 Juni 2026–
Selasa, 16 Juni 2026
Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SMA Negeri 2 Sanga Desa Dipertanyakan
Sabtu, 06 Juni 2026
Pemilihan Ketua RT 01 Perumnas Rahmah Berlangsung Sukses, Samsul Komar Terpilih dengan Perolehan Suara Terbanyak
Kamis, 04 Juni 2026
Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SMA Negeri 1 Tungkal Jaya Dipertanyakan
TARGET INVESTIGASI _ Musi Banyuasin – Dugaan ketidakberesan terkait pengelolaan dana fasilitas sekolah mencuat di Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, anggaran untuk alokasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) dikabarkan bernilai cukup besar, namun kondisi fisik bangunan di SMA Negeri 1 Tungkal Jaya justru berbanding terbalik dan tampak telantar tanpa realisasi pengecatan dinding. Berdasarkan keluhan yang berkembang, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemeliharaan infrastruktur tidak tampak pada kondisi fisik sekolah. Dinding-dinding ruangan kelas maupun gedung luar, plafonon dan toilet SMA Negeri 1 Tungkal Jaya terlihat sangat kusam, memudar, dan tidak tersentuh program pengecatan ulang sama sekali dalam waktu yang lama, Jum'at (05/06/2026). minimnya perawatan visual ini terjadi di tengah besarnya porsi anggaran yang dilaporkan mengalir untuk kebutuhan sarpras lembaga pendidikan bentukan pemerintah daerah tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2024 pihak SMAN 1 Tungkal Jaya menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana melalui dana BOS Tahap I sebesar Rp 41.814.000 dan Tahap II sebesar Rp 110.494.800.
Sementara pada tahun 2025, sekolah tersebut kembali menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp 105.420.000 dan pada tahap berikutnya sebesar Rp 102.268.500.
Jika ditotal, anggaran perawatan sarana dan prasarana sekolah selama tahun 2024 hingga 2025 mencapai Rp 359.997.300.
Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah dinilai masih memprihatinkan. Cat dinding sekolah tampak kusam dan mengelupas di beberapa bagian, bahkan sejumlah plafon ruang belajar juga terlihat rusak.
Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dialokasikan dengan realisasi perawatan di lapangan.
Tidak adanya realisasi perawatan berkala ini memunculkan desakan kuat dan pertanyaan dari para wali murid mengenai ke mana aliran serta transparansi penggunaan dana operasional sekolah yang dikelola oleh manajemen sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan.
Kondisi gedung yang kumuh ditambah lagi dengan rumput halaman yang liar kian mempertegas dugaan lemahnya pengawasan atas realisasi dana pemeliharaan.
Warga setempat menuntut agar pihak aparat pengawas fungsional maupun dinas terkait segera turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terkait realisasi anggaran sarpras di SMA Negeri 1 Tungkal Jaya agar hak siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak tidak dikorbankan. (Red)
Rabu, 03 Juni 2026
Diduga Dana Perawatan Tahun 2025 SMPN 3 Bayung Lencir Tidak Terealisasikan, Kondisi Fasilitas Sekolah Dipertanyakan
Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SDN Sumber Sari Tungkal Jaya Dipertanyakan
Sabtu, 09 Mei 2026
Gorong-Gorong Tanah Mas Indah Kerap Memakan Korban
Kondisi gorong-gorong yang amblas dan berlubang tersebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan. Laporan warga menyebutkan bahwa korban didominasi oleh kaum ibu yang terjatuh saat melintas. Kejadian terakhir menunjukkan seorang ibu terperosok ke dalam lubang gorong-gorong hingga tertimpa sepeda motornya sendiri akibat jalan yang tidak lagi rata dan rapuh.
“Kami sangat khawatir setiap kali lewat sini. Sudah sering ada ibu-ibu yang jatuh, bahkan ada yang sampai tertimpa motor karena lubangnya cukup dalam dan mendadak. Kalau dibiarkan, kami takut akan ada korban yang lebih fatal,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Warga menyayangkan lambatnya respon pemerintah daerah maupun instansi terkait dalam menangani kerusakan ini. Padahal, akses jalan tersebut merupakan jalur aktif yang setiap hari digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas.
Masyarakat RT 11 RW 01 Kelurahan Tanah Mas Indah mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk segera turun ke lapangan dan melakukan perbaikan permanen. Warga berharap tidak perlu menunggu adanya korban jiwa lebih lanjut sebelum tindakan nyata diambil. IR
Rabu, 22 April 2026
*Warga Tanah Mas Indah Resah, Kondisi Gorong-Gorong Rusak di RT 11 Kerap Memakan Korban*
Rabu, 15 April 2026
Palembang pelopor _Revolusi Hijau Ratu Dewa
TARGET INVESTIGASI.COM_Siang itu, di bawah terik matahari yang menyengat di kawasan pinggiran Sungai Musi, Ratu Dewa tak berada di balik meja kerja AC-nya yang dingin. Mengenakan kemeja lapangan, Wali Kota Palembang itu berjongkok, memungut botol plastik yang menyangkut di selokan, lalu menatap tajam tumpukan sampah yang menggunung di pojok jalan.

